Skip to main content

Dermatitis Atopik (Eksim): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya


Dermatitis Atopik (Eksim): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Dermatitis atopik atau eksim adalah penyakit peradangan kulit yang menyebabkan kulit terasa gatal, kering, kemerahan, hingga pecah-pecah. Kondisi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu lama dan sering kambuh, terutama jika penderitanya terpapar faktor pencetus tertentu.

Dermatitis atopik lebih sering dialami oleh bayi dan anak-anak, namun dapat terjadi pada semua usia. Kelainan kulit ini umumnya muncul pada area lipatan tubuh seperti leher, siku, belakang lutut, sekitar mata, telinga, dan selangkangan.


Penyebab Dermatitis Atopik

Gejala dermatitis atopik dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Makanan tertentu seperti susu, telur, ikan, jeruk, kacang-kacangan, dan gandum.
  • Alergen non-makanan seperti debu, deterjen, sabun, dan parfum.
  • Stres dan gangguan emosional.
  • Cuaca dingin, udara kering, atau perubahan suhu yang ekstrem.

Gejala Dermatitis Atopik

Gejala utama dermatitis atopik adalah rasa gatal yang sering memburuk pada malam hari sehingga dapat mengganggu tidur. Menggaruk kulit secara terus menerus dapat memperparah kondisi dan meningkatkan risiko infeksi.

  • Kulit terasa sangat gatal.
  • Ruam berwarna merah atau kecokelatan.
  • Muncul benjolan kecil berisi cairan.
  • Kulit menjadi kering, bersisik, kasar, dan pecah-pecah.
  • Pada kasus yang berlangsung lama, kulit dapat menebal akibat sering digaruk.

Cara Diagnosis

Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan riwayat kesehatan, keluhan yang dialami, lokasi ruam, serta kebiasaan menggaruk. Pemeriksaan ini membantu membedakan dermatitis atopik dari penyakit kulit lainnya.


Pengobatan Dermatitis Atopik

Pengobatan bertujuan mengurangi gejala, menjaga kelembapan kulit, dan menghindari faktor pencetus agar penyakit tidak mudah kambuh.

  • Menggunakan pelembap secara rutin untuk menjaga hidrasi kulit.
  • Menghindari sabun yang bersifat keras atau beralkali.
  • Mengonsumsi antihistamin sesuai anjuran dokter untuk membantu mengurangi rasa gatal.
  • Pemberian antibiotik apabila terjadi infeksi pada kulit.
  • Kortikosteroid topikal atau terapi lain sesuai rekomendasi dokter pada kasus yang lebih berat.

Cara Mencegah Dermatitis Atopik Kambuh

  • Menghindari faktor pencetus, seperti makanan atau alergen tertentu.
  • Membersihkan rumah secara rutin untuk mengurangi paparan debu.
  • Mengganti seprai dan sarung bantal secara berkala.
  • Menggunakan selimut jika sensitif terhadap udara dingin.
  • Menjaga kelembapan kulit dengan pelembap setiap hari.

Komplikasi Dermatitis Atopik

Apabila tidak ditangani dengan baik, dermatitis atopik dapat menyebabkan beberapa komplikasi, antara lain:

  • Gatal kronis dan penebalan kulit (neurodermatitis).
  • Infeksi kulit akibat luka karena sering digaruk.
  • Gangguan pada mata seperti blefaritis dan konjungtivitis.
  • Dermatitis iritan akibat paparan sabun atau bahan kimia.
  • Gangguan tidur karena rasa gatal yang terus-menerus.
  • Gangguan perilaku dan konsentrasi, terutama pada anak yang mengalami gangguan tidur.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila ruam semakin luas, rasa gatal tidak kunjung membaik, muncul tanda infeksi seperti nanah atau demam, atau gejala sering kambuh sehingga mengganggu aktivitas dan kualitas tidur.


Kesimpulan

Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan rasa gatal, kulit kering, dan ruam. Meskipun belum dapat dicegah sepenuhnya, gejala dapat dikendalikan dengan menghindari faktor pencetus, menjaga kelembapan kulit, serta menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.




Sumber: