Skip to main content

Mengenali Gejala ISPA: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Tindakan yang Perlu Dilakukan


Mengenali Gejala ISPA: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Tindakan yang Perlu Dilakukan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA merupakan salah satu penyakit pernapasan yang umum terjadi di Indonesia. ISPA dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, hingga paru-paru.

ISPA dapat disebabkan oleh berbagai agen penyebab, seperti virus, bakteri, maupun jamur. Menurut survei Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2019, penyakit pernapasan termasuk dalam 10 penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. Penurunan kualitas udara juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

Paparan polusi udara, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan, dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Debu halus, asap kendaraan bermotor, dan polusi industri dapat mengganggu saluran pernapasan serta memicu terjadinya infeksi.


Apa Itu ISPA?

ISPA adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis infeksi yang memengaruhi saluran pernapasan. Infeksi tersebut dapat terjadi pada saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, mulai dari hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, hingga paru-paru.

Penyebab ISPA dapat berasal dari virus, bakteri, atau jamur. Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya agar dapat mengambil tindakan yang tepat dan mencegah penyebaran infeksi.


Gejala ISPA yang Perlu Dikenali

Gejala ISPA dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang umum terjadi dan perlu diperhatikan antara lain:

  1. Batuk: Batuk merupakan salah satu gejala utama ISPA. Batuk dapat berupa batuk kering maupun batuk berdahak dan dapat membuat tubuh terasa lelah.
  2. Hidung tersumbat: Hidung tersumbat terjadi ketika saluran hidung dipenuhi lendir atau mengalami pembengkakan sehingga seseorang menjadi lebih sulit bernapas melalui hidung.
  3. Sakit tenggorokan: Rasa sakit atau terbakar pada tenggorokan merupakan salah satu gejala yang umum terjadi dan dapat membuat aktivitas menelan makanan atau minuman terasa tidak nyaman.
  4. Demam: Demam merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Peningkatan suhu tubuh di atas normal dapat menjadi salah satu tanda ISPA.
  5. Sesak napas atau sulit bernapas: Sesak napas merupakan gejala yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa infeksi telah mencapai paru-paru.
  6. Sakit kepala: Sakit kepala dapat menyertai ISPA dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat berkaitan dengan demam atau ketegangan otot.
  7. Nyeri otot dan sendi: Nyeri pada otot dan sendi dapat terjadi ketika tubuh mengalami infeksi dan dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman.
  8. Lemas atau lelah: ISPA dapat membuat tubuh terasa lemas atau mudah lelah karena tubuh menggunakan energi untuk melawan infeksi.
  9. Suara serak atau kehilangan suara: Perubahan suara yang signifikan, seperti suara menjadi serak atau kehilangan suara, dapat terjadi ketika ISPA memengaruhi saluran pernapasan bagian atas.
  10. Pilek atau nyeri sinus: Hidung berair atau pilek merupakan salah satu gejala umum ISPA, terutama ketika infeksi menyerang bagian sinus.
  11. Mual, muntah, atau diare: Sebagian orang yang mengalami ISPA juga dapat mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare.
  12. Nafsu makan menurun: Infeksi dapat menyebabkan nafsu makan berkurang karena tubuh sedang berfokus untuk melawan infeksi.

Faktor Lingkungan yang Dapat Meningkatkan Risiko ISPA

Kualitas udara menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan. Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi dapat lebih sering terpapar partikel yang mengganggu saluran pernapasan.

Debu halus, asap kendaraan bermotor, dan polusi dari aktivitas industri dapat memberikan dampak buruk terhadap saluran pernapasan. Oleh karena itu, menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi paparan polusi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan pernapasan.


Cara Mencegah ISPA

Mengenali gejala ISPA sejak awal perlu diikuti dengan upaya pencegahan untuk membantu melindungi diri sendiri dan mengurangi risiko penyebaran infeksi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan masker ketika kondisi polusi udara sedang tinggi.
  • Menjaga kebersihan tangan.
  • Menjauhi orang yang sedang sakit untuk mengurangi risiko penularan.
  • Memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi paparan terhadap polusi udara.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Jika mengalami satu atau beberapa gejala ISPA, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terdekat. Tenaga kesehatan dapat melakukan evaluasi lebih lanjut dan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Gejala seperti sesak napas atau kesulitan bernapas perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat menjadi tanda bahwa infeksi telah mencapai paru-paru.


Kesimpulan

ISPA merupakan infeksi yang dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah dan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Gejala ISPA yang umum antara lain batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, pilek, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta tubuh terasa lemas.

Beberapa gejala lain seperti sesak napas, suara serak, gangguan pencernaan, dan penurunan nafsu makan juga dapat terjadi. Dengan mengenali gejala ISPA lebih awal, seseorang dapat mengambil tindakan yang diperlukan dan mendapatkan pemeriksaan apabila kondisi membutuhkan penanganan medis.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan masker saat polusi tinggi, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Jika mengalami gejala ISPA, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terdekat.



Sumber: